Viral Diusir Satpam hingga Ditabrak, Pedagang Bakso Minta Bekingan DPRD

Tindakan kekerasan yang dialami Soleh merupakan upaya intimidasi terhadap pedagang kecil yang dianggap bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.

Agung Sandy Lesmana
Jum'at, 15 November 2019 | 14:24 WIB
Viral Diusir Satpam hingga Ditabrak, Pedagang Bakso Minta Bekingan DPRD
Klarifikasi satpam yang tabrak gerobak bakso pakai motor (Youtube DHIGAN art)

SuaraJabar.id - Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia meminta perlindungan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Hal ini menyusul adanya tindakan arogansi yang dilakukan Satuan Pengamanan (Satpam) Kota Harapan Indah yang dinaungi Pengembang Hasanah Damai Putra (HDP).

Di mana, salah satu pedagang Bakso bernama Soleh mendapat perlakuan tak mengenakan saat oknum satpam HDP hendak menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kota Harapan Indah, beberapa waktu lalu.

Gerobak bakso milik Soleh ditabrak Satpam menggunakan sepeda motor trail sampai berantakan. Kasus itu sempat viral di media sosial, namum akhirnya Soleh dan Satpam bersepakat damai setelah dimediasi oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:Pengebom Polrestabes Medan Sempat Jualan Bakso Sebelum jadi Driver Ojol

Namun dari kejadian itu membuat Soleh dan rekannya urung berjualan di Kota Bekasi. Soleh memilih untuk pulang ke kampung halamannya. Sedangkan Sukri urung berjualan.

Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Yanto SBY, Jumat (15/11/2019) saat menemui anggota DPRD Kota Bekasi.(Suara.com/Yacub).
Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Yanto SBY, Jumat (15/11/2019) saat menemui anggota DPRD Kota Bekasi.(Suara.com/Yacub).

"Karena ada larangan itu membuat kami terancam. Kami cuma minta jangan larang kami berjualan keliling di Negeri ini," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Yanto SBY, Jumat (15/11/2019) di Gedung DPRD Kota Bekasi.

Tindakan kekerasan yang dialami Soleh merupakan upaya intimidasi terhadap pedagang kecil yang dianggap bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.

"Imbas dari tindakan kekerasan tersebut, Mas Soleh pulang kampung ke Jawa karena ketakutan. Sementara Mas Sukri yang biasa keliling bareng Soleh dilarang keliling dan melintas di jalan kawasan perumahan itu," ungkap dia.

Yanto menegaskan, para pedagang dalam paguyubannya itu hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Baca Juga:Viral Video Satpam Tabrak Gerobak Bakso Berakhir, Polisi: Saling Minta Maaf

"Jika kami dilarang berjualan bagaimana dengan nasib keluarga, siapa yang mau bertanggungjawab?" tanyanya.

Dalam audiensi sendiri, Yanto dan beberapa anggota paguyuban meminta kepastian perlindungan agar para pedagang bakso keliling tidak diamputasi haknya sebagai warga negara.

"Indonesia sudah merdeka tetapi pedagang kecil masih ditindas dan dilarang berjualan di negeri ini. Mana keadilan bagi rakyat jika masih terjadi diskriminasi sosial," tegas dia.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak