Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinsos Cianjur Telusuri Info Beras Bantuan Campur Plastik

Ari Syahril Ramadhan Senin, 21 September 2020 | 10:50 WIB

Dinsos Cianjur Telusuri Info Beras Bantuan Campur Plastik
Ilustrasi. Beras bantuan dari Jokowi yang berkutu. (Suara.com/Amin)

Ketua DPD Yayasan Perlindungan Konsumen Nusantara (YLKN) Jawa Barat, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi ditemukan ada biji plastik di dalam kemasan beras bantuan.

SuaraJabar.id - Dinas Sosial Kabupaten Cianjur menelusuri informasi adanya beras bantuan pangan non tunai (BPNT) bercampur bijih plastik di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Awalnya, informasi beras bercampur biji plastik ini diunggah ke media sosial. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Amad Mutawali, mengatakan pihaknya sudah mengetahui adanya kabar tersebut.

"Saya sudah memerintahkan petugas untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut. Sampai saat ini saya belum menerima kabar dari lapangan," ujar Mutawali dilansir Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com, Minggu (20/9/2020).

Mutawali mengatakan wilayah Desa Sukaratu sebagai penerima bantuan BPNT dari Kementerian Sosial.

Camat Bojongpicung, Ejen Zainal Mutaqin mengatakan, pihaknya juga sedang berada di lapangan untuk menelusuri para penerima manfaat.

"Saya sedang berada di lapangan untuk menelusuri kebenarannya, kebetulan hujan deras di sini, kami belum bertemu dengan warga yang diduga menerima beras plastik tersebut," kata Ejen melalui sambungan telepon, Minggu (20/9/2020).

Hendra Malik, Ketua DPD Yayasan Perlindungan Konsumen Nusantara (YLKN) Jawa Barat, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi ditemukan ada biji plastik di dalam kemasan beras bantuan.

Hendra belum bisa memastikan biji plastik tersebut sebagai bahan pengawet atau bukan. "Jadi, kita sedang memastikan apakah itu memang biji plastik atau pengawet," kata Hendra.

Hendra juga menyebutkan bahwa temuan adanya biji plastik dalam beras itu juga baru dari satu keluarga penerima manfaat (KPM). "Baru dari satu KPM, apakah KPM lain juga kondisinya sama atau tidak, kami masih menelusurinya," tutur Hendra.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait