"Kami dan warga lain sangat khwatir, kami menginginkan lubang itu segera dibenahi," katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu yang datang ke lokasi membenarkan jika semburan kali ini lebih parah dari semburan sebelumnya.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Indramayu, A Fatah meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk mengedukasi warga agar mementingkan keselamatan.
"Karena semburan gas liar ini berpotensi besar menimbulkan kebakaran," katanya.
Baca Juga:Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Indramayu Tanam Pisang di Jalan Berlubang
"Potensi menimbulkan kebakaran ada, tapi kalau potensi gas beracun tidak terdeteksi," lanjutnya.
Ia menjelaskan, semburan gas yang terjadi memiliki kandungan lower explosive limit (LEL) sebesar 22,3 persen dengan radius mencapai 5 meter.
"Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mendekat, semakin dekat kandungannya semakin besar," katanya.
Sementara itu, Formalities Staf PT Pertamina EP Field Jatibarang, Renita Yulia mengatakan, semburan ini muncul kembali pada Sabtu (28/11/2020) malam dinu hari sekitar pukul 23.00 WIB.
"Iya benar Kami dapat laporan itu, bahwa lubang itu mengeluarkan semburan gas liar lagi, maka kami pun langsung perintahkan petugas untuk meninjau lokasi itu," katanya.
Baca Juga:Jawa Barat akan Buka 4,3 Juta Lapangan Pekerjaan Baru
PT Pertamina EP pun, lanjut Renita sudah mendapat surat permintaan dari Pjs Bupati Indramayu dan akan membantu penanggulangan semburan tersebut.