“Tiba-tiba dari dalam mobil ada yang keluar sambil bawa celurit, di sana saya berusaha mencegahnya spontan saja. Saya sampai rebutan, jam tangan dan gelang saya jadi korban. Setelah saya rebut celuritnya, saya menghampiri suami yang lagi cekcok dengan sopir. Maksudnya ‘ngarerema’ biar reda emosinya dan gak berlanjut,” jelasnya.
SM menegaskan dirinya bermaksud melerai dan bukannya ikut mengancam pengemudi minibus.
“Tapi niat baik saya itu malah jadi bikin orang salah paham, saat ada orang yang merekamnya dengan kata-kata seolah saya bawa-bawa celurit dan mengancam orang di jalanan. Sedangkan kejadiannya sama sekali tidak seperti itu,” tegasnya.
Sakit Hati dengan Komentar Netizen
Alangkah terkejutnya SM saat keesokan harinya ia mendapat kabar video dirinya memegang celurit viral dengan narasi yang menyakitkan hati.
Baca Juga:Sakit Hati dengan Netizen, Wanita Ini Bantah Bawa Celurit saat Ada Cekcok di Ciamis
“Saya membaca komentar orang-orang itu, hancur hati saya. Karena video yang tersebar membuat orang yang tak kenal saya pun mencaci maki tanpa tahu kejadian yang sebenarnya itu seperti apa,” katanya.
SM mengaku saat ini masih berpikir untuk melaporkan balik pengunggah videonya. “Masih pikir-pikir, karena takutnya malah berbalik kembali sama saya seperti yang sudah-sudah,” katanya.
Saat video dirinya viral, SM mengaku tidak diam saja. Ia berusaha menghubungi pemilik akun yang sudah menyebar videonya, namun tidak ada respon.
“Saya di sini cuma seorang wanita yang dituduh dan berusaha membela diri, saya tak punya modal untuk melapor apalagi kalau sampai harus sewa pengacara, jadi saya berusaha menghubungi akun-akun yang mengunggah video yang merugikan saya itu, tapi mereka tega tidak ada yang merespon apalagi men-take-down videonya,” katanya.
Sementara itu pernyataan polisi juga senada dengan pernyataan SM kepada HR Online. Humas Polres Ciamis IPTU Magdalena mengatakan, pihaknya sempat mengamankan SM.
Baca Juga:Prank Kejutan Hadiah PS5, Malah Ini yang Diterima
“Jadi saudara SM saat itu spontan berusaha mencegah orang yang membawa senjata tajam (sajam). Saudara SM berebut sajam tersebut sampai jam dan gelangnya lepas dari tangannya,” jelas Iptu Magdalena.