Gempa Frekuensi Rendah di Tangkuban Parahu Tembus Rekor: Aktivitas Masih Normal

Aktivitas gempa Gunung Tangkuban Parahu meningkat, 1 Juli 2025 tercatat 130 gempa frekuensi rendah. Status Level I (Normal), namun potensi erupsi freatik diwaspadai

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 02 Juli 2025 | 21:51 WIB
Gempa Frekuensi Rendah di Tangkuban Parahu Tembus Rekor: Aktivitas Masih Normal
Situasi Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. [ANTARA/HO Badan Geologi]

Hasil pemantauan gas dari stasiun Multi-GAS permanen juga belum menunjukkan anomali. Rasio gas CO/SO, CO/HS, HO/CO, serta proporsi antara gas SO dan HS masih dalam kondisi normal. Dengan demikian, Gunung Tangkuban Parahu masih dinyatakan berada pada tingkat aktivitas Normal.

Sebagai tambahan, berdasarkan informasi dari BMKG, pada 29 Juni 2025 pukul 08.49 WIB, terjadi gempa tektonik bermagnitudo 2,7 di koordinat 6,76 LS – 107,63 BT dengan kedalaman 6 km. Gempa tersebut dirasakan dengan skala III MMI di Pos Pemantauan Gunung Api Tangkuban Parahu.

“Pascakejadian gempa tektonik tersebut, tidak ada peningkatan visual aktivitas vulkanik di gunung,” kata Wafid.

Imbauan kepada Masyarakat dan Wisatawan

Baca Juga:Tak Ada Peminat dan Banyak Siswa yang Mau Pindah, Sekolah di Kaki Gunung Tangkuban Parahu Ini Terancam Bubar

Meski statusnya masih normal, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan para pengunjung tetap diminta tidak mendekati area dasar kawah aktif, terutama Kawah Ratu dan Kawah Upas.

Waktu kunjungan juga diminta untuk dibatasi, dan pengunjung diminta segera menjauh jika terdeteksi hembusan gas meningkat atau mencium bau gas menyengat seperti belerang.

Pemerintah daerah dan BPBD setempat juga diimbau terus melakukan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu di Desa Cikole serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk memastikan langkah antisipasi berjalan dengan baik.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah termakan isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan, dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi,” tandas Wafid.

Ia menambahkan bahwa evaluasi tingkat aktivitas gunung akan terus dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu jika ada perkembangan signifikan. Kewaspadaan tetap penting, meski kondisi masih aman.

Baca Juga:Terletak di Kaki Gunung Tangkuban Parahu, SD Negeri Ini Sudah Dua Tahun Tak Punya Siswa Baru

Gunung Tangkuban Parahu sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang memiliki sembilan kawah, dengan dua kawah utama yaitu Kawah Ratu dan Kawah Upas, yang berada di puncak. Letusan yang umum terjadi dari gunung ini bersifat freatik, terutama dari Kawah Ratu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak