Baru Sebulan Diterima, Bantuan Traktor untuk Petani Cianjur Malah Dijual Ketua Gapoktan

Udan Supena, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cikawung 3 di Kecamatan Cidaun, kini harus memakai rompi oranye tahanan setelah ditangkap oleh Kepolisian Resor Cianjur.

Andi Ahmad S
Selasa, 26 Agustus 2025 | 22:20 WIB
Baru Sebulan Diterima, Bantuan Traktor untuk Petani Cianjur Malah Dijual Ketua Gapoktan
Ketua Gapoktan Cikawung 3 Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat Udan Supena ditangkap Polres Cianjur, terkait kasus dugaan korupsi menjual traktor bantuan dari pemerintah pusat, Selasa, 26/8/2025.ANTARA/Ahmad Fikri.

SuaraJabar.id - Kisah ironis datang dari dunia pertanian di Cianjur, Jawa Barat. Bantuan pemerintah yang seharusnya menjadi berkah untuk meningkatkan produktivitas para petani, justru berakhir menjadi bancakan oknum tak bertanggung jawab.

Udan Supena, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cikawung 3 di Kecamatan Cidaun, kini harus memakai rompi oranye tahanan setelah ditangkap oleh Kepolisian Resor Cianjur.

Ia diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dengan menjual satu unit traktor roda empat bantuan pemerintah yang baru sebulan diterima oleh kelompoknya. Bantuan yang diperjuangkan untuk kepentingan bersama itu raib demi keuntungan pribadi.

Kasus ini berawal dari inisiatif Gapoktan Cikawung 3 yang mengajukan permohonan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada pemerintah pusat.

Baca Juga:Ramzi Alami Insiden Jatuh dari Kuda, Respons Tak Terduga Netizen Curi Perhatian

Menurut Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, pengajuan ini difasilitasi melalui dana aspirasi seorang anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur.

Setelah proses pengajuan yang sukses, traktor roda empat yang sangat dinantikan itu akhirnya tiba pada Agustus 2020. Namun, kebahagiaan para petani hanya seumur jagung.

"Bantuan tersebut cair pada Agustus 2020, selang satu bulan pelaku menjual pada seseorang di wilayah Lampung dengan harga Rp120 juta," kata AKP Tono Listianto dilansir dari Antara.

Tindakan nekat Udan Supena ini dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan sebagian besar anggota kelompok tani yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.

Uang Rp 120 Juta Dipakai Pribadi, Anggota Lain Diberi 'Uang Tutup Mulut'?

Baca Juga:7 Fakta Miris Penemuan Jasad Bayi di Sungai Cianjur: Luka Misterius hingga Dugaan Pelaku Orang Luar

Ke mana perginya uang hasil penjualan aset kelompok tani tersebut?

Hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa dana segar sebesar Rp 120 juta itu mayoritas masuk ke kantong pribadi Udan Supena.

Mirisnya, sebagian kecil dari uang haram tersebut diduga digunakan untuk membungkam pihak lain.

"Uang hasil penjualan traktor langsung digunakan untuk keperluan pribadi pelaku, sekitar Rp18 juta diberikan pada salah seorang anggota kelompok tani yang selama ini mengusung pengajuan bantuan melalui anggota DPR RI Dapil Cianjur," ungkap AKP Tono.

Hal ini mengindikasikan adanya potensi keterlibatan pihak lain, setidaknya sebagai pihak yang mengetahui namun memilih diam setelah menerima bagiannya.

Pekerjaan rumah pihak kepolisian belum selesai. Kini, fokus utama adalah melacak keberadaan barang bukti utama, yaitu traktor yang telah dijual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak