- Kabupaten Bekasi menghadapi darurat sampah di TPA Burangkeng, mendorong rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
- Proyek PSEL Kabupaten Bekasi masih dalam tahap pengajuan lelang, berbeda dengan empat kota lain yang sudah siap *groundbreaking*.
- Pemkab Bekasi telah menyiapkan lahan lima hektare dan berharap proyek ini segera terealisasi mengatasi keterbatasan TPA.
"Kami di Komisi III tentu mendorong agar pemkab tidak hanya menunggu. Harus ada komunikasi intensif dengan kementerian terkait supaya Kabupaten Bekasi bisa segera masuk tahap lelang dan konstruksi," katanya.
Ia menilai keterlambatan realisasi PSEL akan berdampak pada semakin terbatasnya daya tampung TPA Burangkeng sekaligus peningkatan potensi pencemaran lingkungan.
"Kalau molor terus, beban TPA semakin berat. Ini harus jadi prioritas bersama karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Tadinya pemerintah ingin Bekasi Raya digabung tapi kami ngotot minta Kabupaten Bekasi bisa jalan sendiri, dukungan anggaran hingga Rp80 miliar lebih juga sudah ready, baik untuk pembebasan lahan yang sudah terealisasi hingga tahap pematangan lahan," kata dia.
Baca Juga:Menteri Tegaskan Bandung Harus Punya Pabrik Listrik dari Sampah